Aduh Komo,....bingung lagi....
Gara-gara...kita-kita...buang sampah sembarangan...
Syair diatas dikutip dari lagu si komo yang rilis tahun 1997 ( kalo gak salah). Banjir emang udah menjadi langganan bagi warga ibukota, ada yang bilang katanya itu banjir kiriman-lah, aneh kan! dimana mana yang namanya kiriman itu paket, lagian mana mungkin sih warga bogor mau ngirim banjir, ngebungkus-nya gimana...?blum lagi tukang posnya sudah tentu repot ngirim paket banjir sebanyak itu...heheheheh...
Ada juga yang bilang : " ah itu cuma genangan...!", nah lo ini lebih aneh lagi..masa genangan bisa nyampe 1 meter...(pake logika dong klo ngomong)..
Cuaca ekstreem yang sedang melanda diibukota disinyalir menjadi penyebab banjir, padahal eksteem itu macem-macem lho..ada ekstreem coklat, ada ekstrem vanilla hehehehe........
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan hujan masih akan mengguyur Jakarta hingga akhir Februari tahun depan. “Hujan deras diperkirakan terjadi setiap sore,”kata Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG Edvin Aldrian saat dihubungi semalam.
Hujan terus-menerus seperti kemarin, Edvin melanjutkan, disebabkan tiga hal, yaitu suhu muka laut yang panas, La Nina dari Samudra Pasifik, serta Indian Ocean Dipole Mode dari Samudra Hindia.“Suhu muka laut masih panas sepanjang tahun,” ujarnya. Hujan deras dan lama, seperti yang terjadi kemarin sore di Jakarta, dikatakan Edvin, tidak akan terulang besok. “Hujan sederas itu mengambil energi yang besar. Kalau sudah keluar, langsung ternetralisir dan tidak akan terjadi hujan deras lagi,”ujarnya. Edvin mengatakan, hujan kemarin sore itu merata dari Jakarta sampai Puncak, Jawa Barat, dan berlangsung cukup lama dari pukul 15.00 hingga 20.00 WIB.“Hujan sore (kemarin) termasuk kategori luar biasa,”katanya. Hujan kemarin, selain menimbulkan banjir di berbagai wilayah Jakarta, membuat kemacetan yang parah di berbagai ruas jalan Jakarta sampai ke pinggir Ibu Kota. Kendaraan sampai pukul 11.30 masih banyak yang merayap keluar jalan utama Jakarta. Di depan tempat istirahat tol Bumi Serpong Damai, genangan air mencapai 50 sentimeter, sehingga mobil dialihkan ke tol Pondok Ranji, Bintaro, untuk mereka yang menuju BSD. “Karena setinggi pinggang, mobil tidak bisa lewat,” kata Risa, yang mengendarai mobil dari Blok M selama tiga jam. Sedangkan tanggul Kali Pesanggrahan, Jakarta Selatan, kembali jebol. “Luapan airnya membanjiri perkampungan di sini sampai setinggi dua meter,” kata Ketua RT 01 RW 12 Bintaro, Pesanggrahan, Syamdul Ridwan. Syamsul mengatakan air membanjiri hampir seluruh rumah di RT-nya. “Yang kena banjir 160 rumah dari 180 rumah di RT 01,” ujarnya. Ia menuturkan, tanggul tersebut jebol dan mulai membanjiri rumah-rumah warga sekitar pukul 16.30. Hingga pukul 22.30, air masih tetap tinggi. “Tapi sudah mulai surut, sekarang tingginya sekitar satu meter,”katanya. Hujan pada akhir tahun nanti, menurut Aldrian, berpotensi membuat banjir besar di Jakarta. Bencana ini disebabkan perubahan iklim tahun ini.“Pada 2010, musim kemarau telah berubah menjadi musim hujan sepanjang tahun,” ujarnya. Cuaca ekstrem ini, katanya melanjutkan, membuat tanah di Ibu kota menjadi jenuh.Tanah sudah tidak mampu lagi menampung curah hujan yang tinggi karena hujan terjadi terus-menerus.
Sedangkan sungai-sungai Jakarta bisa jadi tak bisa mengalirkan airnya ke laut, karena air laut ternyata lebih tinggi volumenya. Apalagi Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis bahwa baru-baru ini pulau es seluas wilayah Provinsi Jawa Barat telah mencair dan lepas dari Greenland, Kutub Utara. Edvin memprediksi, jika ada banjir kiriman dari Kota Satelit, kemudian ditambah curah hujan tinggi, dan kucuran rob dari laut utara, Jakarta bisa jadi tenggelam meski tidak sebesar banjir 2007. Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Soeroso Hadiyanto mengatakan, pancaroba mulai datang di wilayah Jakarta, Bogor, Depok,Tangerang, dan Bekasi sejak September lalu. Cuaca tak menentu membuat hujan kadang disertai angin bisa muncul setiap hari hingga awal tahun 2011. Soeroso mengatakan, angin kencang, kilat, ataupun petir tetap akan mewarnai Ibu Kota. "Termasuk juga cuaca yang sangat panas. Seperti yang kita alami selama tiga hari ini,"katanya.
Berikut akan saya berikan tips-tips mengatasi banjir :
SEBELUM BANJIR
- Kerja bakti membersihkan saluran air
- Melaksanakan kegiatan 3M (Menguras, Menutup dan Menimbun) benda-benda yang dapat menjadi sarang nyamuk
- Membuang sampah pada tempatnya
- Menyediakan bak penyimpanan air bersih
- Evakuasi keluarga ketempat yang lebih tinggi
- Matikan peralatan listrik/sumber listrik
- Amankan barang-barang berharga dan dokumen penting ke tempat yang aman
- Ikut mendirikan tenda pengungsian, pembuatan dapur umum
- Terlibat dalam pendistribusian bantuan
- Mengusulkan untuk mendirikan pos kesehatan
- Menggunakan air bersih dengan efisien
- Membersihkan tempat tinggal dan lingkungan rumah
- Melakukan pembrantasan sarang nyamuk ( PSN )
- Terlibat dalam kaporitisasi sumur gali
- Terlibat dalam perbaikan jamban dan saluran pembuangan air limbah (SPAL)
- Pada saat banjir kita harus segera mungkin mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
- Matikan aliran listrik di dalam rumah atau hubungi PLN untuk mematikan aliran listrik di wilayah yang terkena banjir.
- Mencoba mengungsi ke daerah aman sedini mungkin saat genangan masih memungkinkan untuk di seberangi.
- Hindari berjalan didekat sluran air untuk menghindari terseret arus banjir.
- Jika air terus meninggi hubungi instansi yang terkait dengan penanggulangan bencana seperti Kantor kepala desa, Lurah maupun Camat.
Mencegah banjir:
- Mengeruk sungai/kali dan saluran air yang ada di sekitar kita, sebaiknya jangan nungguin pemerintah yang melakukan, percuma kalau ditungguin kelamaan.
- Membuat sumur resapan air di sekitar rumah kita
- Membuat lubang-lubang biopori
- Memperlebar dan merehabilitasi kali/sungai, untuk menambah kapasitas sungai dalam menampung debit air
- Jangan membuang sampah di sungai atau saluran air
Menghadapi banjir:
- Jangan panik
- Utamakan keselamatan diri kita dan keluarga, terutama anak-anak yang masih kecil dan balita.
- Amankan surat-surat berharga dan file yang penting, seperti surat tanah, ijazah, kartu keluarga, dll.
- Cabut dan pindahkan semua barang elektronik, turunkan sekring listrik agar tidak terjadi konsleting listrik dan kesetrum.
- Kita bisa membuat tanggul penahan air sementara di depan pintu rumah kita dari semen, agar air yang masuk kedalam tidak terlalu banyak.
- Kalau kita ada dijalan dan terhadang banjir, lebih baik tidak memaksakan diri untuk menerobos jika dirasakan berbahaya. Motor atau mobil kita bisa terendam air, kalau sampai turun mesinkan lumayan bikin repot. Lebih baik ambil rute lain.
jadi pada intinya kalo banjir itu cara mengatasinya adalah : SERAHKAN PADA AHLINYA.......
sumber:
http://www.ppk-depkes.org
http://www.bakornaspb.go.id
http://assajjad.wordpress.com
http://www.tempointeraktif.com